Sumpah Pemuda Gamrange

Satu : kami putra-putri Gamrange menolak penjualan holtanjung dan pulau-pulau kecil kepada perusahaan tambang.

Dua : kami putra-putri Gamrange mengaku botong re wolot adalah ruang hidup bersama tidak untuk dijual-belikan.

Tiga : kami putra-putri Gamrange mengaku satu dalam tapak sosial sejarah dan ekologi. Menolak dilepaspisahkan dengan teritorial.

Empat : kami putra-putri Gamrange mengaku satu dalam tiga negeri basudara.

 

3
Ilustrasi : Mt5

Buat Miftahul Fitrah Ramadan

Yogyakarta 2016

mfr
Ulang tahun ke 6 Miftahul Fitrah Ramadan. 6 September 2016.

Hari ini, 6 September 2016 kau telah berusia 6 tahun. Semasa kau masih berada di dalam perut ibumu, paman masih sempat melihat ibumu membawamu dalam badannya. Waktu itu paman dan ibumu berada di Jogja bersama adik dari ibumu dan paman dari kakakku yang ke tiga dari lima bersaudara. Kedatangan ibumu bermaksud untuk mengikuti acara wisuda dari kakakku yang ke tiga yang telah menyelesaikan studinya di UPN Veteran Yogyakarta tahun 2010. Ibumu datang ke Jogja tidak hanya sendirian ia bersama kakakmu, bibimu (istri dari pamanmu yang ke satu) dan anak perempuannya. Kebahagian menyatu bersama kami nak. hehe

Apakah mungkin kau juga bahagia? ketika kita jalan-jalan di kota Jogja, ibumu tak mampu berjalan lebih jauh lagi, mungkin karena membawa dua badan. Tidak hanya di kotanya saja kami juga jalan-jalan ke Borobudur. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur itu  candi juga kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Paman sudah tiga kali berkunjung ke Borobudur. Jika ke Borobudur kau dapat melihat tumpukan batu-batu besar yang dibentuk persegi empat disusun-susun seperti gunung.

Paman mendengar kabar burung kalau ibumu mau kasih kau tiket ke Jogja. Nanti kalau kau sudah di Jogja, paman akan antarkan kau ke Borobudur biar kau dapat melihatnya dan belajar sejarahnya. Sekarang kau sudah besar. Sudah masuk SD kelas satu. Belajarlah nak, jangan pernah takut dan malu dalam hal belajar. Belajarlah tentang segala sesuatu yang ada di semesta ini, jangan pernah bosan dalam belajar. Belajar itu seperti berjalan dimana kita mebutuhkan waktu untuk istirahat. Nak bila kau berjalan dan tak mampu lagi istirahatlah. Bila ingin bersandar, punggung ibu dan ayahmu akan selalu ada termasuk pamanmu.

Doa agar kau selalu sehat tentunya tak akan dilupakan. Semoga kau selalu semangat dalam hal belajar. Selamat ulang tahun. Peluk-cium dan salam rindu dari pamanmu.

Sebuah Kamera

Kamera
Ilustrasi : http://www.plimbi.com/news/12387/kamera-dslr-terbaik-saat-ini

“Punya sebuah kamera”. Kalimat ini sampai sekarang masih ada saja dalam kepala. Telah saya rasai berulang-ulang kali pentingnya punya kamera. Adanya sebuah kamera, saya dapat menceritakan setiap persoalan yang terjadi. Orang-orang kebanyakan lebih suka bercerita melalui media buku dengan coretan-coretan tinta di dalamnya. Saya tidak termasuk bagian dari mereka yang suka mencoret-coret buku. Mungkin karena saya kurang mahir dalam merangkai kata atau mungkin karena masih miskin akan kata dan bahasa. Saya merasa lebih cocok bercerita dengan kamera.

Kamera dapat menggambarkan cerita yang sesungguhnya. Cerita tentang orang yang hidup di kampung dan di kota. Cerita tentang kebohongan yang masuk di kampung-kampung. Kebohongan yang dapat merusak hubungan sosial sesama orang kampung bahkan hubungan sesama keluarga yang dapat hancur karena kebohongan. Kamera dapat menceritakan semua itu.

Belajar

Belajar itu tidak harus malu juga takut. Malu pada orang lain apalagi diri sendiri. Bila malu telah menguasaimu, niat berbuat hal yang besar akan terasa sangat sulit dan ketika sudah sulit semuanya akan tak karuan. Belajar hal baik pun sudah tak sampai lagi ke hati hingga hal yang besar itu dengan sendirinya akan hilang ditelan waktu.